The element type "meta" must be terminated by the matching end-tag "".

Polres Polman Selesaikan Pelanggar Pidana Anak Dengan Restoratif Justice

Kepolisian Resort Polman dalam menangani kasus pidana yang mendudukan anak dibawah umur sebagai tersangka mengedepankan pendekatan keadilan ...

Kepolisian Resort Polman dalam menangani kasus pidana yang mendudukan anak dibawah umur sebagai tersangka mengedepankan pendekatan keadilan Restoratif justice, dimana penyelesaian perkara ini dihentikan dengan dasar kesepakatan bersama antara pihak pelapor/korban dan tersangka dengan menghadirkan kedua orang tuanya, hal ini dilakukan mengingat adanya kebijakan khusus terkait masalah sosial dimasyarakat dan mencegah rasa traumatik pada anak yang ditimbulkan oleh proses penegakan hukum. Ungkap Kaurbin OPS Reskrim Polman, Ipda Mustakim, SH.


Dasar acuan kebijakan ini diatur jelas dalam Pasal 5 (1), 1(18) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Anak, dimana pada ayat (1) Sistem Peradilan Pidana Anak wajib mengutamakan pendekatan Keadilan Restoratif sementara dalam pasal (18) Dalam menangani perkara Anak, Anak Korban dan/atau Anak Saksi, Pembimbing Kemasyarakatan, Pekerja Sosial Profesional dan Tenaga Kesejahteraan Sosial, Penyidik, Penuntut Umum, Hakim, dan Advokat atau pemberi bantuan hukum lainnya wajib memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak dan mengusahakan suasana kekeluargaan tetap terpelihara.

Mustakim tambahkan, bahwa kasus anak khususnya yang ditetapkan sebagai tersangka hampir setiap hari dalam kurun waktu januari 2015 meningkat, sehingga diharapkan kepada masyarakat mengambil bagian dalam hal pencegahan dan penyelesaian kasus pidana anak, masyarakat bahkan sudah bisa berkoordinasi langsung dengan kepolisian yang sudah disiapkan di masing-masing desa dan kelurahan dan tidak diharuskan lagi melaporkan langsung kepada unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Polman.

Namun jika penyelesaian pidana anak yang melakukan pelanggaran berat seperti pencurian kendaraan bermotor dan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia upaya restoratif dan diversi tetap akan diupayakan oleh Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) setelah Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dilimpahkan kepada Kejaksaan, tentu penanganannya juga secara khusus dan tetap mengedepankan kepentingan anak.

Sementara Kepala Kelurahan Pekkabata, Yusdi Paksi Segara, S.STp, M.A, Adm.KP mengaku sangat sepakat dengan langkah yang dilakukan pihak kepolisian resort polman yang menghadirkan kepala lingkungan, babinkamtibmas, kedua orang tua yang berperkara dalam penyelesaian kasus anak, karena banyaknya pelaku pidana seperti penganiayaan, pencurian yang dilakukan anak tidak dilakukan proses hukum bahkan  masyarakat tidak melaporkan sehingga kebiasaan buruk anak terlepas dari pantauan dan sangat membahayakan untuk kepentingan anak itu sendiri kedepan.

Sosialisasi terkait penyelesaian perkara anak ini diharapkan bisa ditindak lanjuti oleh pemerintah kabupaten melalui unit kerja sehingga kasus kenakalan anak diwilayah polewali mandar bisa ditekan dan dikurangi bahkan bisa diketahui dini oleh pemerintah kelurahan dan desa yang berujung pada pencegahan tindak pidana lain yang berkaitan dengan kasus yang sebelumnya dibiarkan.(Sukriwandi)

Terkait

Berita 5527169206864813470

Posting Komentar Komentar Web

emo-but-icon

item